BUKITTINGGI, INFOMINANG.COM – Penanganan gajah Sumatra Zidan di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi memasuki tahap baru. BKSDA Sumatera Barat kini mendatangkan mahout berpengalaman dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Pekanbaru untuk melakukan observasi terhadap Zidan.
Berdasarkan informasi yang dibagikan BKSDA Sumbar, mahout tersebut akan melakukan pengamatan secara mendalam selama tiga hari terhadap perilaku Zidan. Observasi dilakukan sebelum proses pergantian rantai sebagai bagian dari penanganan lanjutan.
Zidan juga direncanakan untuk dievakuasi dan dipindahkan guna mendapatkan penanganan serta perawatan yang lebih optimal.
Langkah BKSDA ini mendapat perhatian positif dari Anggota DPRD Kota Bukittinggi Andi Putra, yang dikenal dengan nama Andi Sultan. Sebelumnya, Andi mendorong agar kondisi Zidan diperiksa secara objektif oleh pihak yang memiliki kompetensi.
Ia menilai pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesehatan, nutrisi, kondisi kaki dan gading, ruang gerak, hingga aspek kesejahteraan satwa.
Dorongan tersebut sejalan dengan langkah BKSDA yang kini melibatkan mahout berpengalaman untuk memahami kondisi dan perilaku Zidan secara langsung sebelum menentukan penanganan berikutnya.
Perkembangan ini menjadi kabar baik bagi upaya penanganan Zidan. Kehadiran mahout dari PLG Pekanbaru diharapkan dapat membantu proses pendekatan, pergantian rantai, hingga rencana evakuasi berjalan dengan aman dan tepat.
Semoga langkah bersama BKSDA, pengelola TMSBK, tenaga medis hewan, dan mahout dapat menjadi jalan terbaik bagi kesejahteraan Zidan dan Lia, sekaligus memastikan keselamatan orang-orang yang menangani keduanya.