PADANG, INFOMINANG.COM – Stadion H Agus Salim Padang akan mengalami perubahan besar. Setelah proses rekonstruksi selesai, pengelolaan stadion tersebut direncanakan tidak lagi berada di bawah Pemprov Sumbar, tetapi akan dialihkan kepada manajemen Semen Padang FC.
Rencana tersebut disampaikan Presiden Semen Padang FC, Andre Rosiade, saat peletakan batu pertama proyek rekonstruksi GOR H Agus Salim, Rabu (9/9/2026).
Andre menjelaskan, pengelolaan aset daerah oleh klub profesional memiliki dasar aturan.
“Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2024, klub profesional di suatu daerah diperbolehkan mengajukan peminjaman atau pengelolaan aset kepada pemerintah daerah,” ujar Andre, dikutip dari Kompas.com.
Revitalisasi stadion yang telah berusia 43 tahun tersebut menggunakan anggaran APBN sekitar Rp340 miliar. Pengerjaannya melibatkan konsorsium BUMN, yakni PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya.
Pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada 20 September 2026 setelah proses pembongkaran selesai dan ditargetkan rampung pada awal 2028.
“Pembangunan fisik dimulai pada 20 September mendatang, tepat setelah proses pembongkaran selesai. Lokasi akan ditutup seng selama pengerjaan dan ditargetkan rampung pada awal 2028,” kata Andre.
Berstandar AFC dengan Sentuhan Minang
GOR H Agus Salim nantinya dirancang memenuhi standar AFC dengan kapasitas sekitar 12.000–13.000 penonton dan menggunakan konsep single seat.
Meski tampil dengan fasilitas modern, identitas Minangkabau tetap dipertahankan melalui penggunaan ornamen khas, termasuk gonjong pada bagian gerbang serta tribune timur.
Selama proses pembangunan berlangsung, Semen Padang FC harus menjalani pertandingan sebagai tim musafir di luar Sumbar.
“Selama pengerjaan, kita akan menjadi tim musafir. Kita akan kembali ke GOR H. Agus Salim setelah pembangunan selesai, saat tim sudah berlaga di kasta tertinggi liga Indonesia,” tutur Andre.